top
logo

SALAK BALI TANPA DURI

SALAK BALI TANPA DURI

Pendahuluan

 

Salak Bali tanpa duri (salak Jaka. bhs.Bali)  dikembangkan dengan menggunakan cara seleksi bibit dari salak Kelapa sebagai induknya atau tetuanya, yang merupakan salah satu dari 10 kultivar salak Bali. Semula salak Kelapa terdapat di kebun petani salak di desa Sibetan Kecamatan Bebandem Kabupaten Karangasem yang dikembangkan ke Kecamatan Selat dan Rendang tahun 70 an. Adanya salak Kelapa merupakan mutasi gen secara alami, dimana salak Bali yang kehilangan sebagian durinya sehingga durinya berkurang sekitar 50% dan panjang duri salak Kelapa tidak sepanjang salak Bali kultivar lainnya.

 

Selengkapnya: SALAK BALI TANPA DURI

Sapi Bali

Sapi Bali

Salah satu kebijakan pemerintah dalam pembangunan peternakan di Indonesia adalah upaya dalam pencukupan kebutuhan protein hewani, yang pada gilirannya hal ini akan berpengaruh pada kecerdasan bangsa. Salah satu produk produk protein hewani adalah daging, yang dapat dihasilkan dari berbagai komoditas ternak, baik dari ternak besar, ternak kecil, dan unggas. Ternak besar, terutama sapi, mempunyai peran yang sangat besar dalam penyediaan daging. Daging sapi pada umumnya dihasilkan dari sapi potong, seperti sapi bali, sapi madura, dan sapi peranakan ongole. Selain jenis sapi tersebut, beberapa perusahaan penggemukan yang mempunyai modal kuat menggunakan bibit sapi impor dari Australia. Namun, sejalan dengan krisis yang melanda negara kita akhir-akhir ini menghadapkan kegiatan penggemukan sapi dengan menggunakan sapi impor menjadi usaha sangat berat, bahkan perusahaan penggemukan skala besar pun mencoba mengalihkan usahanya, kalau tidak menutup usahanya. Kondisi yang semacam ini menjadi tantangan dan sekaligus peluang bagi kita untuk mengisi kekurangan suplai daging dengan memberdayakan potensi yang kita punya.

Selengkapnya: Sapi Bali

Kopi Bali

Kopi Bali

Tanaman kopi bukan tanaman asli Indonesia, melainkan jenis tanaman berasal dari benua Afrika. Tanaman kopi dibawa ke pulau Jawa pada tahun 1696, tetapi pada waktu itu masih dalam taraf percobaan. Di Jawa, tanaman kopi ini mendapat perhatian sepenuhnya baru pada tahun 1699, karena tanaman tersebut dapat berkembang dan berproduksi baik. Bibit kopi Indonesia didatangkan dari Yaman. Pada waktu itu jenis yang didatangkan adalah kopi Arabika. Percobaan penanamn ini pada mulanya berada disekitar Jakarta. Setelah percobaan penanaman di daerah ini ternyata berhasil baik, kemudian biji-biji itu dibagi-bagikan kepada para Bupati di Jawa Barat untuk ditanam di daerah masing-masing; ternyata hasilnya pun baik.
Mula-mula pertanaman kopi perkebunan ini banyak terdapat di Jawa Tengah, yaitu daerah Semarang, Sala, Kedu, dan Jawa Timur terutama di daerah Besuki dan Malang. Sedang di Sumatera terdapat di Lampung, Palembang, Sumatera Barat, dan Sumatera Timur. Sehingga sampai sekarang ini banyak perusahaan perkebunan milik negara yang berasal dari perusahaan-perusahaan asing.

Selengkapnya: Kopi Bali

Salak Bali

Salak Bali

Tanaman salak  merupakan salah satu jenis buah-buahan tropis asli Indonesia yang banyak dikembangkan di Kabupaten Karangasem Bali. Salak merupakan komoditas unggulan daerah Bali dan Kabupaten Karangasem adalah sentra tanaman salak Bali/  salak Gula Pasir, dan telah banyak pula  dikembangkan diluar daerah Bali seperti di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan daerah lainnya.

Salak merupakan salah satu komoditas hortikultura spesifik daerah, yang memiliki prospek yang sangat baik untuk dikembangkan dimasa mendatang. Komoditas ini menjanjikan suatu harapan yang cerah dalam meningkatkan pendapatan, juga sekaligus diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani salak khususnya. Bahkan diperkirakan komoditas ini merupakan salah satu komoditas non migas yang memiliki peluang yang sangat baik untuk diekspor ke manca negara. Hal tersebut sangat beralasan karena permintaan ekspor dari waktu ke waktu ternyata semakin meningkat. Selain hal itu, di dalam negeri juga semakin banyak bermunculan industri pengolahan buah salak seperti industri minuman salak, buah salak dalam kaleng, manisan salak dan lain sebagainya.

Selengkapnya: Salak Bali

Jeruk Keprok Tejakula Bali

 Jeruk Kintamani Bali

Bali dikenal dengan sebutannya pulau dewata, yang secara astronomis Bali terletak pada posisi titik koordinat 08.03.40 – 08.50.48 lintang Selatan dan 114.25.53 – 115.42.40 bujur Timur, yang berbatasan dengan laut Bali di Utara, samudra Indonesia di Selatan, selat Bali di Barat dan selat Lombok di Timur. Luas wilayah provinsi Bali 5.636,66 km persegi atau 0,29% dari luas Indonesia. Provinsi Bali terbagi dalam 8 kabupaten dan 1 Kota, terluas kabupaten Buleleng 1.365,88 km persegi atau 24,23% dari luas wilayah Bali.  Kabupaten Buleleng terdiri dari  9 Kecamatan dan 148 desa/kelurahan. Kecamatannya adalah:   Gerokgak, Seririt, Busungbiu, Banjar, Buleleng, Sukasada, Sawan, Kubutambahan, dan Tejakula. Kecamatan Tejakula yang merupakan sentra tanaman jeruk terdiri dari 10 desa yaitu : Bondalem, Julah, Les, Madenan, Pacung, Penuktukan, Sambirenteng, Sembiran, Tejakula dan Tembok.

Selengkapnya: Jeruk Keprok Tejakula Bali


bottom

Bali Agrobag PT . Powered by Joomla!. Design by: themza joomla 2.5 theme  Valid XHTML and CSS.